URAIAN
MATERI POKOK
Jika sejumlah
belerang dibakar, maka akan dihasilkan gas SO2, selanjutnya belerang
tersebut habis terbakar. Ketika belerang sudah habis, reaksi akan berhenti.
Reaksi seperti ini dinamakan reaksi
berkesudahan (irreversible= tidak dapat balik). Reaksi ini hanya satu arah,
yaitu ke arah produk.
Jika gas SO2 tersebut dibakar lagi, maka akan dihasilkan gas
SO3. Ketika gas SO3 terbentuk, pada saat itu terjadi lagi
reaksi penguraian (disosiasi) gas SO3 membentuk gas SO2 dan
gas O2 sehingga gas SO3 tidak habis terbakar. Reaksi
seperti ini dinamakan reaksi tak
berkesudahan atau reaksi bolak-balik (reversible). Reaksi ini berlangsung
dua arah, yaitu ke arah produk
Pengertian dan Prinsip Kesetimbangan Kimia
Reaksi yang
dapat berlangsung dalam dua arah disebut reaksi dapat balik (Reversibel). Apabila dalam suatu reaksi kimia,
kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri, maka reaksi
dikatakan dalam keadaan setimbang. Secara umum, reaksi kesetimbangan dapat
dinyatakan sebagai:
Ada dua macam system kesetimbangan,
yaitu kesetimbangan dalam sistem homgen dan kesetimbangan dalam sistem
heterogen.
Suatu
reaksi mengalami kesetimbangan apabila laju reaksi ke kiri sama dengan laju
reaksi ke kanan. Hal ini dapat dinyatakan dengan persamaan berikut: aA + bB cC + dD
Jika larutan asam klorida (HCl) direaksikan dengan
larutan natrium hidroksida (NaOH), maka akan terjadi rekasi netralisasi
membentuk garam dapur NaCl dan air. Reaksi tersebut dapat dituliskan dengan
persamaan kimia sebagai berikut:

Pengertian
Kesetimbangan Kimia
Pada dasarnya istilah kesetimbangan berhubungan
dengan keseimbangan gaya-gaya (kesetimbangan
mekanik ). Contohnya pada kita menimbang benda, Kita membuat benda yang kita
timbang sama posisinya (seimbang) dengan
anak timbangan sehingga skala timbangan itulah berat benda. Dalam kesetimbangan
mekanik, jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol atau benda
dalam kesetimbangan mekanik jika benda tersebut tidak sedang mengalami
perubahan dalam gerakkannya.
Bagaimana halnya dengan kesetimbangan kimia? Ketika
suatu reaksi kimia berlangsung dalam sebuah bejana yang mencegah masuknya atau
keluarnya zat-zat yang terlibat dalam reaksi , maka besaran (kuantitas) dari
komponen-komponen tersebut berubah ketika beberapa komponen tersebut digunakan
dan komponen lain terbentuk. Akhirnya perubahan ini akan berakhir setelah
komposisnya tetap selama sistem tersebut tidak terganggu. Secara sederhana
dapat dikatakan reaksi kimia dalam
kesetimbanagan ketuka tidak ada kecenderungan kuantitas zat-zat pereaksi dan
zat-zat hasil reaksi untuk berubah.
1. Reaksi Reversible dan Irreversible
Jika reaksi dibalik, artinya kita mereaksikan
larutan garam dapur (NaCl) dengan air maka tidak terbentuk larutan HCl dan
NaOH. Dengan demikian reaksi antara larutan HCl dengan larutan NaOH membentuk
larutan garam dapur (NaCl) dengan air merupakan reaksi yang berlangsung satu
arah, dan reaksi tidak dapat balik . reaksi-reaksi kimia yang demikian
dinamakan reaksi irreversibel (reaksi berkesudahan).
Reaksi antara gas nitrogen (N2)
dan gas hidrogen (H2) membentuk
amonia (NH3) merupakan reaksi yang berlangsung dua arah yang
berlawanan (ke arah zat hasil reaksi dan ke arah zat pereaksi) dan reaksi
tersebut dapat balik, yaitu zat hasil reaksi dapat membentuk zat pereaksi.
Reaksi – reaksi kimia yang demikian dinamakan reaksi reversibel (reaksi tak
berkesudahan).
2. Kesetimbangan Dinamis
Pada
reaksi yang berlangsung bolak balik, ada saat dimana laju terbentuknya produk
sama dengan laju terurainya kembali produk menjadi reaktan. Pada keadaan ini,
biasanya tidak terlihat lagi ada perubahan. Keadaan reaksi dengan
laju reaksi maju (ke kanan) sama dengan laju reaksi baliknya (ke kiri)
dinamakan keadaan setimbang. Reaksi yang berada dalam keadaan setimbang
disebut Sistem Kesetimbangan.
Pada
grafik di atas Mula-mula laju reaksi maju ke arah pembentukan produk lambat dari
pada laju mundur ke arah reaktan karena sedikit produk yang terbentuk . Namun
setelah berlangsung beberapa waktu laju reaksi maju lebih cepat dan akhirnya
terdapat kondisi laju reaksi maju = laju reaksi balik. Pada keadaan tersebut,
laju reaksi maju dengan reaksi balik berlangsung secara simultan (bersamaan)
hingga konsentrasi masing-masing zat tidak berubah terhadap waktu.
Pada keadaan
kesetimbangan, reaksi tidak berhenti, tetapi berlangsung dalam dua arah dengna
laju yang sama. Oleh karena itu reaksi tidak bersifat statis tapi bersifat
dinamis. Adapun ciri –ciri keseimbangan dinamis adalah :
·
Hanya terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan
tetap
·
Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua
arah yang berlawanan
·
Laju reaksi maju (ke kanan) sama dengan laju reaksi balik
(ke kiri)
·
Semua komponen yang terlibat dalam reaksi tetap ada
·
Tidak terjadi perubahan yang sifatnya dapat diukur maupun
diamati.
Contoh
kesetimbangan dinamis dalam kehidupan sehari-hari dapat digambarkan
pada proses penguapan air. Bila air dipanaskan dalam wadah tertutup rapat,
airnya lama kelamaan akan habis berubah menjadi uap air. Tetapi belum sempat
habis, uap air yangnaik ke atas mengalami kejenuhan sehingga akan jatuh kembali
menjadi embun. Apabila dibiarkan terus-menerus, kecepatan menguapnya air akan
sama dengan kecepatan mengembunnya uap air menjadi air. Pada saat itu, tercapai
keadaan setimbang dimana tidak nampak lagi adanya perubahan ketinggian air
dalam wadah tertutup tersebut.
3. Kesetimbangan Homogen dan Heterogen
Reaksi dapat diibedakan menjadi dua macam
yaitu reaksi kesetimbangan homogen dan reaksi kesetimbangan
heterogen. Reaksi Kesetimbangan Homogen merupakan reaksi kesetimbangan
dimana semua fasa senyawa yang bereaksi sama. Contoh :
1. N2(g) + 3H2(g)
D 2NH3(g)
2. H2O(aq) D H+(aq) + OH-(aq)
3. CH3COOH(aq)
D CH3COO-(aq) + H+(aq)
Sedangkan reaksi
kesetimbangan dimana reaktan dan produk yang berbeda fase. Contoh :
1. CaCO3(s) D CaO(s) + CO3(g)
2. Ag2CrO4(s) D Ag2+(aq) + CrO42-(aq)
3. 2 C(s) + O2(g)
D 2CO(g)
4. 2 NaHCO3(s) D Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O(g)
4. Tetapan Kesetimbangan
Dalam keadaan setimbang, perbandingan
konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi tergantung pada suhu dan jenis reaksi
kesetimbangan. Cato Maximilian Guldberg dan Peter Waage, dua ahli kimia dari Norwegia, menyatakan bahwa dalam reaksi kesetimbangan
berlaku hukum kesetimbangan.
Sementara itu, tetapan
kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc) adalah hasil perkalian
konsentrasi hasil reaksi dibagi perkalian konsentrasi pereaksi yang
masing-masing dipangkatkan koefisiennya. Dalam kesetimbangan homogen, rumusan Kc
dihitung dari konsentrasi semua zat yang terlibat dalam reaksi. Perhatikan
reaksi berikut.
1.
Untuk campuran gas dengan padat, yang
diperhitungkan hanya zat yang berfasa gas.
2.
Untuk campuran larutan dengan padat, yang
diperhitungkan hanya larutan saja.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergeseran Kesetimbangan
Pergeseran Kesetimbangan Suatu sistem dalam keadaan
setimbang cendrung mempertahankan kesetimbangannya, sehingga bila ada pengaruh
dari luar maka sistem tersebut akan berubah sedemikian rupa agar segera
diperoleh keadaan kesetimbangan lagi. Seorang kimiawan berkebangsaan Perancis,
Henri Le Chatelier , menemukan bahwa jika reaksi kimia yang setimbang menerima perubahaan keadaan
(menerima aksi dari luar), reaksi tersebut akan menuju pada kesetimbangan baru dengan suatu pergeseran tertentu
untuk mengatasi perubahan yang diterima (melakukan reaksi sebagai respon terhadap perubahan yang diterima) .
Hal ini disebut Prinsip Le Chatelier. Ada empat faktor yang dapat mengubah kesetimbangan
kimia, antara lain :
1. Pengaruh Perubahan Konsentrasi Terhadap Kesetimbangan
Perhatikan reaksi pembentukan gas amonia berikut : N2(g)+
3H2(g)
2NH3 (g) H = -92 kJ
Aksi yang diberikan Arah pergeseran N2 ditambah N2dikurangi
Ke kanan (produk bertambah) Ke kir (produk berubah menjadi reaktan) H2d
itambah H2 dikurangi Ke kanan(produk bertambah) Ke kiri (produk
berubah menjadi reaktan NH3 ditambah NH3 dikurangi Ke
kiri (produk berubah menjadi reaktan) Ke kanan(produk bertambah) Jika
konsentrasi salah satu zat ditambah, maka sistem akan bergeser dari arah zat
tersebut. Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka sistem akan bergeser
ke arah zat tersebut.
Reaksi
pada proses Haber adalah reaksi eksotermis. Reaksi tersebut dapat dinyatakan dalam persamaan reaksi
berikut :
N2(g)
+ 3 H2(g)
2 NH3(g)
+ Kalor
Jika
campuran reaksi tersebut dipanaskan, akan terjadi peningkatan jumlah kalor
dalam sistem kesetimbangan. Untuk
mengembalikan reaksi ke kondisi setimbang, reaksi
akan bergeser dari arah kanan ke kiri.
Akibatnya, jumlah reaktan akan meningkat disertai penurunan jumlah produk.
Tentu saja hal ini bukanlah sesuatu yang diharapkan. Agar jumlah amonia yang
terbentuk meningkat, campuran reaksi harus didinginkan. Dengan demikian, jumlah
kalor di sisi kanan akan berkurang sehingga reaksi akan bergeser ke arah kanan.
Secara
umum, memanaskan suatu reaksi menyebabkan reaksi tersebut
bergeser ke sisi endotermis.
Sebaliknya, mendinginkan campuran
reaksi menyebabkan kesetimbangan bergeser
ke sisi eksotermis.
3.
Pengaruh tekanan
dan volume
Mengubah
tekanan hanya mempengaruhi kesetimbangan bila
terdapat reaktan dan/atau produk yang berwujud gas. Pada proses Haber, semua spesi adalah gas, sehingga tekanan dapat
mempengaruhi kesetimbangan. Reaksi
pada proses Haber terjadi dalam ruangan tertutup. Tekanan
pada ruangan terjadi akibat tumbukan gas hidrogen, gas nitrogen, serta gas
amonia terhadap dinding ruangan tersebut. Saat sistem mencapai keadaan setimbang, terdapat sejumlah gas nitrogen, gas hidrogen, dan gas
amonia dalam ruangan. Tekanan ruang dapat dinaikkan dengan membuat tempat
reaksinya menjadi lebih kecil (dengan memampatkannya, misal dengan piston) atau
dengan memasukkan suatu gas yang tidak reaktif, seperti gas neon. Akibatnya,
lebih banyak tumbukan akan terjadi pada dinding ruangan bagian dalam, sehingga kesetimbangan terganggu. Untuk mengatasi pengaruh tersebut dan
memantapkan kembali kesetimbangan, tekanan
harus dikurangi.
Setiap
kali terjadi reaksi maju (dari kiri ke kanan), empat molekul gas (satu molekul
gas nitrogen dan tiga molekul gas hidrogen) akan membentuk dua molekul gas
amonia. Reaksi ini mengurangi jumlah molekul gas dalam ruangan. Sebaliknya,
reaksi balik (dari kanan ke kiri), digunakan dua molekul gas amonia untuk
mendapatkan empat molekul gas (satu molekul gas nitrogen dan tiga molekul gas
hidrogen). Reaksi ini menaikkan jumlah molekul gas dalam ruangan.
Kesetimbangan telah diganggu dengan peningkatan tekanan. Dengan
mengurangi tekanan, gangguan tersebut dapat dihilangkan. Mengurangi jumlah
molekul gas di dalam ruangan akan mengurangi tekanan (sebab jumlah tumbukan
akan berkurang). Oleh sebab itu, reaksi maju (dari kiri ke kanan) lebih
disukai, sebab empat molekul gas akan digunakan dan hanya dua molekul gas yang
akan terbentuk. Sebagai akibat dari reaksi maju ini, akan dihasilkan gas amonia
yang lebih banyak.Secara umum, meningkatkan
tekanan (mengurangi volume ruangan) pada
campuran yang setimbang menyebabkan reaksinya bergeser ke sisi yang mengandung jumlah molekul gas yang paling sedikit.
Sebaliknya, menurunkan tekanan (memperbesar volume ruangan) pada campuran yang setimbang
menyebabkan reaksinya bergeser ke sisi yang
mengandung jumlah molekul gas yang paling banyak. Sementara untuk reaksi yang tidak
mengalami perubahan jumlah molekul gas (mol reaktan =
mol produk), faktor tekanan dan volume tidak
mempengaruhi kesetimbangan kimia.
Dari
beberapa faktor di atas, hanya perubahan
temperatur (suhu) reaksi yang dapat mengubah nilai konstanta
kesetimbangan (Kc maupun Kp). Perubahan konsentrasi, tekanan, dan volume hanya
mengubah konsentrasi spesi kimia saat kesetimbangan, tidak
mengubah nilai K. Katalis hanya mempercepat tercapainya
keadaan kesetimbangan, tidak
dapat menggeser kesetimbangan kimia.
Kesetimbangan
Kimia dalam Industri
Banyak proses industri zat kimia yang
didasarkan pada reaksi kesetimbangan. Agar efesien, kondisi reaksi harus
menggeser kesetimbangan ke arah produk dan meminimalkan reaksi balik. Misalnya:
1.
Pembuatan Amonia menurut proses Haber-Bosch, Nitrogen terdapat melimpah di
udara, yaitu sekitar 78% volume. Walaupun demikian, senyawa nitrogen tidak
terdapat banyak di alam. Satu-satunya sumber alam yang penting ialah NaNO3
yang disebut Sendawa Chili. Sementara itu, kebutuhan senyawa nitrogen
semakin banyak, misalnya untuk industri pupuk, dan bahan peledak. Oleh karena
itu, proses sintesis senyawa nitrogen, fiksasi nitrogen buatan, merupakan
proses industri yang sangat penting. Metode yang utama adalah mereaksikan
nitrogen dengan hidrogen membentuk amonia. Selanjutnya amonia dapat diubah
menjadi senyawa nitrogen lain seperti asam nitrat dan garam nitrat.
Dasar
teori pembuatan amonia dari nitrogen dan hidrogen ditemukan oleh Fritz Haber
(1908), seorang ahli kimia dari Jerman. Sedangkan proses industri pembuatan
amonia untuk produksi secara besar-besaran ditemukan oleh
Carl
Bosch, seorang insinyur kimia juga dari Jerman. Persamaan termokimia reaksi
sintesis amonia adalah :
Berdasarkan
prinsip kesetimbangan kondisi yang menguntungkan untuk ketuntasan reaksi ke
kanan (pembentukan NH3) adalah suhu rendah dan tekanan tinggi. Akan tetapi,
reaksi tersebut berlangsung sangat lambat pada suhu rendah, bahkan pada suhu
500oC sekalipun. Dilain pihak, karena reaksi ke kanan eksoterm, penambahan suhu
akan mengurangi rendemen. Proses Haber-Bosch semula dilangsungkan pada suhu
sekitar 500oC dan tekanan sekitar 150-350 atm dengan katalisator, yaitu serbuk
besi dicampur dengan Al2O3, MgO, CaO, dan K2O.
Seiring dengan kemajuan teknologi, digunakanlah tekanan yang jauh lebih besar,
bahkan mencapai 700 atm. Untuk mengurangi reaksi balik, maka amonia yang
terbentuk segera dipisahkan. Mula-mula campuran gas nitrogen dan hidrogen
dikompresi (dimampatkan) hingga mencapai tekanan yang diinginkan. Kemudian
campuran gas dipanaskan dalam suatu ruangan yang bersama katalisator sehingga
terbentuk amonia. Diagram alur dari proses Haber-bosch untuk sintesis amonia :
Kesetimbangan di alam
contoh reaksi kesetimbangan di alam daur air
Daur hidrologi sering juga dipakai istilah water cycle atau siklus air. Suatu sirkulasi air yang meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer, dari atmosfer ke tanah, dan kembali ke laut lagi atau dengan arti lain siklus hidrologi merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan bumi dari suatu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya.
Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daratan melalui evaporasi. Air di atmosfer dalam bentuk uap air atau awan bergerak dalam massa yang besar di atas benua dan dipanaskan oleh radiasi tanah. Panas membuat uap air lebih naik lagi sehingga cukup tinggi/dingin untuk terjadi kondensasi. Uap air berubah jadi embun dan seterusnya jadi hujan atau salju. Curahan (precipitation) turun ke bawah, ke daratan atau langsung ke laut. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai, terus kembali ke laut. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai, terus kembali ke laut melengkapi siklus air.
Dalam perjalanannya dari atmosfer ke luar, air mengalami banyak interupsi. Sebagian dari air hujan yang turun dari awan menguap sebelum tiba di permukaan bumi, sebagian lagi jatuh di atas daun tumbuh-tumbuhan (intercception) dan menguap dari permukaan daun-daun. Air yang tiba di tanah dapat mengalir terus ke laut, namun ada juga yang meresap dulu ke dalam tanah (infiltration) dan sampai ke lapisan batuan sebagai air tanah.
Sebagian dari air tanah dihisap oleh tumbuh-tumbuhan melalui daun-daunan lalu menguapkan airnya ke udara (transpiration). Air yang mengalir di atas permukaan menuju sungai kemungkinan tertahan di kolam, selokan, dan sebagainya (surface detention), ada juga yang sementara tersimpan di danau, tetapi kemudian menguap atau sebaliknya, sebagian air mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga menuju ke laut ( surface run off ), sebagian lagi infiltrasi ke dasar danau-danau dan bergabung di dalam tanah sebagai air tanah yang pada akhirnya ke luar sebagai mata air.
Contoh reaksi irreversibel (Reaksi tidak dapat balik)di alam
6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Tumbuhan yang melakukan proses fotosintesis memerlukan bantuan cahaya matahari. Mereka mampu menyerap cahaya tersebut sebab mereka memiliki zat hijau daun atau klorofil. Klorofil ini sendiri ada di dalam bagian organel bernama kloroplast. Pada bagian daun tumbuhan, terdapat dua lapisan sel yang dinamai denegan mesofil. pada bagian ini terdapat kurang lebih setengah juta kloroplast yang tersebar di setiap millimeter persegi. Cahaya matahari selanjutnya akan melewati lapisan epidermis yang tanpa warna kemudian melaju menuju mesofil. Pada bagian inilah sebagian besar kegiatan fotosintesis berlangsung.
Proses fotosintesis ini sendiri cukup kompleks dan masih dalam penelitian beberapa ahli. Masih ada banyak hal yang belum berhasil diungkapkan. Mengapa proses ini kompleks? Sebab ia melibatkan hampir semua cabang ilmu sains, misalnya bilologi, kimia dan juga fisika. Organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun tepatnya pada bagian stomata atau mulut daun. Proses fotosintesis ini terdiri atas dua rangkaian reaksi yakni reaksi terang dan juga reaksi gelap. Dinamakan rekasi terang sebab prosesnya membutuhkan cahaya. Sementara itu reakasi gelap adalah proses fotosintesis yang tidak lagi melibatkan cahaya tetapi hanya karbondioksida.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar